sebuah catatan kecil dari hujan

mengapa hujan tak kunjung reda? mungkin karena ia rindu jatuh kepelukan bumi

Rabu, 28 Desember 2011

Belajar di Perth, Australia

Belajar di Perth, Australia

ibu

Terlahir kebumi dengan sosok yang lemah. Itulah aku..Tuhan memberiku kesempatan untuk menjadi salah satu khalifahNya..dan tak pernah kubayangkan betapa sempurnanya aku terlahir dari rahim seorang wanita bernama ibu.
Ibu,tak pernah surut kasih sayangmu..beri banyak cinta dan kelembutan..namun aku? Aku tak jua kunjung menyadari akan banyak hal yang begitu istimewa dari mu,bu. Dan tak pernah kubayangkan akan banyak nya kekecewaan yang kau dera selama kau mengasuhku.. tangis itu,mungkin masih terngiang di telingamu..bagimu tangis itu layaknya nyanyian kebahagiaan ketika anakmu terlahir.
Sehingga aku tumbuh=dan tumbuh=dan tumbuh menjadi seorang yang dewasa. Tapi bagimu,aku masih tetap seperti anakmu yang masih belia untuk menginjak dan mengetahui banyak hal tentang dunia. Begitu lah ibu,dengan banyak kekhawatiran kepada anaknya,yang terkadang menahan laparnya hanya untuk melihat anaknya tidak kelaparan..hanya untuk mendengar anaknya berkata”aku sudah kenyang bu” tapi sang anak tak pernah merasa apa ibuku sudah makan  saat itu?
Dan ketika terlelap..taukah apa yang ibu lakukan? Malam itu,ditengah kesunyian dengan kelapangan hatinya ,ibu menangis melihat anaknya..mencium keningnya dan seraya berkata”ibu selalu berdoa untukmu nak”. Malam yang dingin itu,malam yang penuh keheningan ... ibu menengadah,dan berdoa kepada Nya..berdoa untuk anak-anaknya ..dan berdoa untuk keluarganya.
Aku pernah melihat jari jemari ibu,yang kasar..tangannya yang kini mulai berubah...tapi aku tak pernah berpikir tentang apa dan banyak hal yang telah ibu lakukan padaku selama ini. Ibu..mungkin aku tak pernah terlintas dipikiranku tentang betapa mulianya engkau,bu.. engkau sungguh wanita yang hebat..yang dengan pelukan kehangatanmu,dengan kasih sayangmu untuk ku
Terima kasih bu..selamat hari ibu...